Mengungkap Nilai Kemanusiaan Donor Organ

Nilai Kemanusiaan dalam Donor Organ

Selama ini mungkin Anda hanya mengetahui satu jenis donor yaitu donor darah. Namun itu bukanlah satu-satunya jenis donor karena ada yang lain yaitu donor organ. Hal ini memang sudah ada sejak dahulu, tetapi pembahasannya tidak seramai saat ini. Ramainya pembicaraan mengenai donor organ ini tidak terlepas dari beberapa orang yang bertekad untuk menjual organ penting dalam tubuhnya untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari kebutuhan ekonomi yang kurang hingga untuk biaya sekolah anaknya. Adanya donor organ ini pada dasarnya tidak dilarang akan tetapi tujuan yang dilakukan memang harus benar-benar niat yang tulus. Jadi jika melakukan dengan mengharapkan imbalan berupa uang tentu tidak diperbolehkan.

Karena hal ini juga termasuk tindakan yang melanggar dari ketetapan hukum yang berlaku di Indonesia. Seseorang yang ingin mendonorkan organ tubuhnya memang harus berasal dari niat baik untuk membantu tanpa pamrih mengharapkan imbalan apapun. Orang yang melakukan donor dengan mengharapkan balasan tentu bisa dianggap menurunkan nilai kemanusiaan yang sudah seharusnya dijaga. Karena hal ini bisa disebut jual beli organ tubuh. Namun pandang tersebut akan berbeda jika memang dilakukan dengan niat untuk membantu kesembuhan. Tentu nilai kemanusiaannya jauh lebih mulia dan tinggi. Hal ini tentu harus benar-benar dipahami bagi orang yang memang ingin mendonorkan organ tubuhnya pada orang lain. Apalagi yang di donorkan merupakan organ vital yang memang sangat menunjang jaringan kerja yang ada pada organ tubuhnya. Hal ini pun juga disepakati pemain judi bola yang ada di Indonesia.

Terlebih lagi donor organ ini bisa dibilang hal yang cukup sensitif. Terlebih lagi di Indonesia, negara yang sangat menjunjung tinggi agama, adat dan norma yang ada di masyarakat. Tentu hal ini akan berbeda dengan tanggapan dari negara yang lain. Melakukan donor organ ini harus dilndaskan pada nilai kemanusiaan yang memang selalu berlandaskan nilai-nilai agama yang ada di Indonesia serta nilai tolerasi dan norma yang ada di Indonesia. Nilai kemanusiaan dalam dunia medis, akhir-akhir ini juga menjadi perdebatan. Karena memang keseluruhan organ yang ada pada manusia juga menjadi satu kesatuan sebuah pribadi yang memiliki hak-hak yang harus dijaga. Sama halnya menjaga hak asasi manusia yang telah banyak diatur dalam hukum negara. Pertimbangan medis untuk memperjuangankan hak-hak ini didasarkan pada kesetaraan perolehan dampak bagi pendonor maupun penerima donor.

Maksud dari hal ini adalah sang penerima donor tentu akan memperoleh keuntungan bahwa ia mendapatkan pertolongan dengan memperoleh organ baru sebagai pengganti organ lamanya yang rusak. Ia akan memperoleh kesembuhan dan bahkan bisa benar-benar pulih karena transplantasi tersebut. Namun, bagi pendonor, ia kehilangan salah satu atau sebagian dari organnya yang mana juga bisa mempengaruhi kesehatannya pasca operasi tersebut. Kondisi inilah yang membuat para ahli medis membuat kesimpulan adanya ketidakadilan. Namun, jika memang si pendonor merasa ikhlas dengan kondisi tersebut maka bukan masalah lagi. Karena memang sudah sewajarnya ia menerima jika ia telah setuju dengan tindakan tersebut sebelum dilakukannya operasi transplantasi organ.

Organ yang ada pada tubuh kta tentu juga menjadi hak kita sebagai pemiliknya untuk menentukan diberikan pada orang lain atau tidak. Hukum di Indonesia pasti akan melindungi kita atas kepemiliki organ ini, dan tidak ada seorang pun yang bisa memaksa anda melakukan donor organ apapun alasannya. Dan untuk melakukan transplantasi organ perlu adanya persetujuan ada dan orang-orang terdekat anda. Sehingga pihak medis pun juga tidak bisa memaksa anda melakukan transplantasi yang bisa saja juga membahayakan kesehatan anda nantinya.

Donor Jantung

Apa Saja Organ Yang Sering Didonorkan

Jika mendengar istilah donor, mungkin sebagian dari kita langsung tertuju kepada donor darah. Ya, memang yang banyak dikenal dan banyak dilakukan di negara ini adalah pendonoran darah. Namun ada donor lain yang juga bersifat membantu dan bahkan sangat sangat membantu. Adalah donor organ tubuh. Mungkin sebagian dari anda sekalian juga sering mendengar jika di luar sana banyak sekali aksi jual organ tubuh yang diperjualbelikan secara ilegal. Hal ini membuktikan jika banyak sekali orang orang di luar sana yang sangat membutuhkan organ organ tubuh untuk bisa meneruskan kehidupan mereka. Di Indonesia sendiri sebenarnya juga sangat banyak. Pendonor di Indonesia juga ada namun hanya beberapa yang sudah berani melakukannya. Akan tetapi semoga hal ini semakin digalakkan bahkan melalui agen judi bola sangat rekomendasikan untuk menjadi anggota donor organ sehingga bisa saling membantu satu sama lain.

Di Indonesia ini pendonoran organ tubuh adalah sebuah hal legal dan sudah tercantum dalam salah satu Undang undang. Memberikan kesempatan hidup baru kepada orang lain yang lebih membutuhkan tentu saja adalah perbuatan yang sangat mulia. Banyak sekali organ organ yang bisa didonorkan kepada orang lain. Donor organ ini dibagi menjadi dua. Yang pertama adalah donor yang dilakukan saat masih hidup yang dalam hal ini berarti jika tubuh kita kehilangan organ ini masih bisa ditoleransi dan pendonor masih bisa hidup dengan baik. Yang kedua adalah pendonoran yang dilakukan setelah meninggal dunia. Untuk jenis donor pertama yakni donor hidup ada banyak organ yang bisa didonorkan.

Donor Hidup

Yang pertama adalah ginjal. Seperti diketahui, kita memiliki dua ginjal dimana jika kita kehilangan satu ginjal, kita masih bisa hidup walaupun menjadi banyak pantangannya.

Yang kedua adalah hati. Hati adalah organ yang bisa melakukan regenerasi secara cepat. Jadi pendonoran hati ini memang banyak dilakukan. Adapula pendonoran paru paru, pankreas dan bagian dari usus. Berbeda dengan hati, organ organ ini tidak bisa melakukan regenerasi. Namun sebagian porsi organ sisa masih bisa berfungsi dengan baik. Yang selanjutnya adalah jantung. Sebenarnya jika kita kehilangan jantung maka kita akan mati. Dalam hal ini, donor jantung bisa dilakukan dalam catatan jika pendonor mendapatkan jantung pengganti. Dan yang terakhir adalah donor jaringan. Jaringan jaringan yang bisa didonorkan adalah amnion, kulit, tulang, darah, sumsum darah, sel darah, tali pusat.

Masuk kepada jenis donor yang kedua yakni donor mati atau pendonoran yang dilakukan ketika pendonor sudah meninggal dunia. Organ-organ tubuh yang bisa didonorkan antara lain adalah mata, ginjal, paru paru, jantng, hati dan pankreas. Untuk jaringan, jaringan yang bisa didonorkan ketika seseorang sudah meninggal adalah tulang, katup jantung dan kulit. Semua organ organ yang didonorkan ini juga harus melalui persetujuan tertulis oleh pendonor. Selain itu, juga harus dipastika jika organ yang akan didonorkan adalah sehat atau tanpa penyakit.

 

Donasi Untuk Hidup

Berapa Usia Minimal Donor Organ

Mungkin anda sering mendengar atau melihat berita jika ada kegiatan jual beli organ tubuh yang dilakukan secara ilegal oleh orang orang diluar sana. Memang, banyak sekali orang orang di luar sana yang sangat membutuhkan dan rela membayar berapapun agar usia hidupnya bisa terus tersambung. Oleh karena hal tersebut maka menjadikan jual beli organ ini sangat marak di pasar gelap. Memang banyak sekali orang orang yang rela kehilangan salah satu organ tubuhnya hanya untuk mendapatkan uang yang dalam hal ini juga tidak bisa dikatakan sebanding dengan apa yang sudah mereka berikan.

Di balik hal tersebut, juga masih banyak sekali orang orang yang gagah berani dan mulia yang mau mendonorkan organ tubuh yang dimilikinya tanpa paksaan dan tanpa mengharapkan imbalan. Mungkin anda sekalian juga pernah menemui iklan iklan terutama di dunia maya yang isinya adalah pendonor pendonor yang siap memberikan organ organ tubuhnya secara ‘Cuma Cuma’ kepada yang membutuhkan. Tentu saja orang orang seperti itu layak disebut malaikat. Kebaikan hatinya dan keberaniannya dalam menghadapi ruang operasi, pisau bedah demi kehidupan orang lain tentu layak diapresiasi.

Jadilah Pahlawan dengan Donor Organ

Namun tidak semua orang bisa mendonorkan organ organnya kepada orang yang membutuhkan. Ada banyak sekali hal hal yang harus dilalui dan syarat syarat yang harus dilengkapi. Yang pertama adalah mengenai kemauan dalam mendonorkan organ tubuhnya sendiri. Calon pendonor harus secara sadar mau dan memang sepenuhnya ingin membantu mereka yang membutuhkan. Pendonor tidak diperbolehkan menerima imbalan dalam bentuk apapun karena hal ini dilarang di negara Indonesia ini. Calon pendonor harus 100% melakukan hal tersebut karena ingin membnatu. Yang selanjutnya adalah dalam hal kesehatan. Hal ini sangat penting terutama bagi Anda yang penyuka judi online yang jarang melakukan olahraga.

Tentu saja ada tahapan tahapan medical check up atau tes medis untuk memastikan jika calon pendonor dalam keadaan yang benar benar siap dan baik untuk mendonorkan atau diambil salah satu organ tubuhnya dan ditransplantasikan kepada mereka yang membutuhkan. Calon pendonor ini harus bebas penyakit penyakit berbahaya semisal HIV, kanker, jantung dan penyakit penyakit lainnya yang sudah ditentukan oleh tim medis. Selain itu, calon pendonor juga harus melakukan cek tipe jaringan dan golongan darah. Hal ini dilakukan karena kesamaan jaringan dan golongan darah antara pendonor dan penerima akan memudahkan transplantasi yang dilakukan.

Untuk usia calon pendonor yang bisa melakukan donor organ tubuh ini tidak dibatasi. Baik pria atau wanita bisa melakukannya. Namun usia yang dianjurkan adalah di bawah 60 tahun. Untuk calon pendonor yang masih kecil atau di bawah 18 tahun harus didampingi orang tua atau para ahli. Sebelum melakukan pendonoran ini akan lebih baik jika anda sekalian memastikan jika anda siap menerima semuanya.

Donasi Organ

Ketahui Nilai Positif Donor Organ untuk Orang Lain

Salah satu bahan pembicaraan yang sedang booming adalah mengenai donor organ. Berbagai tanggapan juga mewarnai adanya fenomena yang satu ini. Donor sendiri merupakan hal yang dilakukan oleh seseorang berupa menyumbangkan jaringan pada tubuhnya pada orang lain bertujuan untuk kesehatan. Biasanya organ tubuh yang di donorkan seperti sumsum tulang, kornea, liver, jantung hingga ginjal. Donor organ ini bisa dilakukan pada saat seseorang masih hidup atau ketika orang tersebut sudah meninggal. Tentu hal ini dilakukan atas keinginannya sendiri yang sudah mendapat persetujuan.

Di beberapa negara bahkan ada yang membuat peraturan yang mengharuskan penduduknya untuk melakukan donor organ jika nantinya sudah meninggal. Ada juga negara yang memberikan asuransi bagi warga negara nya yang melakukan donor organ. Memang tidak dapat dipungkiri jika donor organ ini sangat bermanfaat sekali bagi orang yang membutuhkan. Hal inipun dibicarakan calon pendonor yang aktif mengunjungi situs judi online. Karena hal ini bisa meningkatkan kualitas hidup bagi penderita tersebut dan juga bisa menyelamatkan dari ancaman kematian. Adanya rasa kepedulian itu juga membuat orang tergerak untuk memberikan organnya pada orang lain. Bahkan ada lembaga swadaya masyarakat yang dikenal dengan bank donor organ. Lembaga tersebut didirikan untuk bisa menjembatani orang-orang yang ingin mendonorkan organnya.

Melakukan donor organ pada orang lain tentu harus dilakukan secara sukarela. Di Indonesia sendiri sangat dilarang adanya praktik jual beli organ. Karena hal ini juga sangat menyalahi peraturan undang-undang. Apapun alasannya untuk mendapat imbalan seperti biaya ekonomi, biaya sekolah anak atau alasan lain sangat tidak diperbolehkan untuk melakukan donor organ. Jadi, apabila seseorang ingin mendonorkan organnya tidak boleh meminta imbalan apapun. Tentu sangat diapresiasi dan berjiwa besar sekali bagi orang yang mau untuk mendonorkan organnya atas dasar ingin membantu. Hal ini memberikan nilai yang sangat positif sekali terhadap hubungan antar sesama manusia.

Organ yang Bisa Didonor Oleh Manusia

Hal positif yang bisa diambil yaitu pendonor tersebut bisa memberikan kesempatan dan menyelamatkan hidup bagi orang yang diberikan organ tubuhnya tersebut. Baik itu adalah orang terdekat yaitu keluarga seperti istri, suami, orang tua, kakak, adik, anak, teman, bahkan orang yang sama sekali tidak dikenal. Niat baik dari pedonor tentu menjadi keberanian tersendiri yang juga harus mendapat dukungan dan adanya pengertian dari anggota keluarga. Persetujuan pihak keluarga juga menjadi persyaratan untuk bisa mendonorkan organnya. Begitu mulia sekali memang dan menjadi hal yang tidak ternilai apa yang dilakukan oleh pendonor. Karena sudah sangat rela untuk masuk dalam ruang operasi, menghadapi pisau bedah, kehilangan bagian organ yang di donorkan bahkan bisa saja terjadi dampak tertentu setelah mendonorkan organ yang ada di dalam tubuhnya.

Dan hal itu semua dilakukan atas dasar sukarela dengan empati sebagai bentuk rasa kemanusiaan yang begitu tinggi. Hal yang yang dilakukan oleh pendonor tersebut benar-benar ingin membantu demi kesembuhan orang yang diberikan organ tubuhnya.

Memang akan menjadi sebuah kebaikan yang tak ternilai dari apa yang dilakukan oleh pendonor organ. Pemain judi melalui agen sbobet pun sepakat dengan itu. Karena hal ini sangat jarang sekali dilakukan dan orang lain merelakan organnya untuk diberikan pada yang membutuhkan. Hal positif tersebut tentunya dapat dirasakan bagi kedua belah pihak, baik si pendonor maupun yang diberikan organ. Mungkin hal positif bagi pendonor tidak bisa dirasakan secara langsung bagi hidupnya di dunia, karena memang dari niat yang tulus dan ikhlas tersebut hanya Tuhan yang akan memberikan balasan kebaikan bagi pendonor. Karena pendonor itu mampu menyelamatkan jiwa orang lain yang tengah bergelut untuk bertahan hidup melawan penyakitnya. Sungguh hal yang begitu mulia sekali dan tidak ternilai oleh apapun.

Efek Donor Organ

Efek Setelah Donor Organ

Menjadi seorang pendonor organ tubuh memang sangat mulia. Tidak semua orang memiliki keberanian dan kebaikan hati seperti orang orang yang dengan senang hati membantu manusia lain untuk bisa bertahan hidup dengan menggunakan bagian tubuhnya sendiri. Memang benar, mendonorkan organ tubuh kepada orang lain, keluarga lain yang membutuhkan jelas akan membutuhkan keberanian diri yang sangat tinggi. Tidak sebatas itu saja, ternyata donor organ juga bisa membawa efek kepada pendonor setelah salah satu organ tubuhnya di donorkan kepada mereka yang membutuhkan.

Donor organ tubuh manusia terbagi menjadi dua. Satu adalah pendonoran yang dilakukan setelah calon pendonor meninggal, dan kedua adalah donor yang dilakukan saat pendonor tersebut masih hdiup (dalam hal ini contohnya adalah donor ginjal). Ada beberapa efek yang bisa ditimbulkan sehabis operasi donor ini. yang pertama adalah nyeri. Dalam kasus donor ginjal, ada beberapa pendonor yang mengalami sakit luar biasa setelah mereka merelakan salah satu ginjal mereka kepada pasien yang membutuhkan. Namun hal ini tidak dialami oleh semua pendonor. Yang keuda adalah infeksi. Sama dengan efek yang pertama, untuk infeksi ini juga tergantung kepada penanganan dari operasi pendonoran itu sendiri. infeksi ini bisa terjadi jika terjadi kesalahan ketika proses pembedahan dan pendonoran. Oleh karena itu, penanganan yang tepat sangat perlu dilakukan agar pendonor bisa selamat.

Efek selanjutnya adalah gagal ginjal. dalam kasus donor organ ginjal. ini banyak dialami oleh para pendonor muda dan masih kecil. Oleh karena itu, dalam proses pendonoran ini betul betul diperlukan medical check up atau pemeriksaan medis yang tepat agar nantinya tidak menimbulkan kerugian lebih kepada sang pendonor. Ada pula efek kompilasi hati. Tentu efek ini terjadi pada pendonor yang mendonorkan hatinya atau liver. Dalam kasus ini banyak sekali efeknya dimana ada infeksi, pendarahan perut, hernia, dan juga resiko kebocoran empedu bagi pendonornya. Oleh karena itu, sekali lagi, bagi anda yang ingin mendonorkan organ anda, anda harus paham betul apa resiko yang nantinya bisa anda dapatkan.

Menjadi Pendonor Organ

Hal-Hal Penting yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menjadi Pendonor Organ

Menyelamatkan hidup seseorang merupakan kebaikan terbesar yang bisa saja dilakukan oleh semua orang yang memiliki jiwa yang besar. Tak semua orang berpikiran untuk menyelamatkan nyawa orang lain di tengah masalah hidupnya yang sudah membelenggunya selama ini. Namun, tak semua orang berpikiran seperti itu, masih ada banyak orang baik di luar sana yang ingin berbuat baik bagi sesama mulai dari hal kecil sampai hal yang cukup besar seperti menyelamatkan nyawa orang lain. Baik secara tidak sengaja maupu sengaja, kita bisa menyelamatkan nyawa orang lain dengan jalan yang telah di tentukan oleh Tuhan. Salah satu caranya adalah menjadi pendonor organ. Organ yang biasanya di donorkan adalah seperti ginjal, hati, jantung, kornea mata, sebagian dari pankreas atau paru-paru dan beberapa organ lainnya yang dibutuhkan oleh orang lain. Namun, tentunya untuk mendonorkan sebagian dari organ yang diberikan Tuhan untuk anda tersebut tidak lah dengan mudah bisa dilakukan. Karena ada beberapa syarat dan ketentuan yang perlu anda ketahui. Hal tersebut dimaksudkan demi kebaikan bagi anda sang pendonor maupun sang penerima donor organ anda.

Pada dasarnya ada banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum anda bisa menjadi pendonor organ. Karena memang bisa menimbulkan dampak yang cukup serius bagi anda maupun bagi sang penerima organ anda jika tidak dilakukan serangkaian pengecekkan kesehatan dan administrasinya terlebih dahulu. Persetujuan dari orang-orang terdekat bagi pendonor maupun penerima juga sangatlah penting, karena hal ini sangat berkaitan dengan keberlangsungan hidup anda dan penerima donor anda. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan:

Kesehatan sebelum donor. Anda harus mempertimbangkan riwayat kesehatan anda terlebih dahulu. Bila anda mempunya beberapa penyakit yang serius seperti HIV, kanker, diabetes dan bebrapa penyakit lainnya yang berbahaya maka anda tentu tidak diperbolehkan melakukan donor organ, karena dapat memberikan pengaruh atau dampak yang buruk bagi anda maupun penerima organ. Serangkaian tes harus anda lakukan untuk menyatakan anda bisa mendonorkan organ anda selama anda masih hidup. Namun, jika anda berniat donor ketika telah meninggal, maka anda bisa mendaftar dan dilakukan cek kembali pada saat anda telah meninggal nanti, mana organ yang bisa didonorkan.

Donasi Organ

Kecocokan Golongan Darah serta Jenis Jaringan Organ yang akan di donorkan. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya penolakan organ baru pada sang penerima organ di tubuhnya. Karena memang hal tersebut bisa menyebabkan kegagalan transplantasi jika organ yang anda berikan tidak cocok dengan golongan darah dan tipe jaringannya. Maka anda memang haru melakukan serangkaian pengecekan kecocokan untuk si penerima donor.

Kesehatan setelah donor. Sebelum anda menjadi pendonor tentu anda harus memikirkan kesehatan anda sebelumnya, jika memang anda sehat dan bisa donor, maka anda juga harus mempertimbangkan kesehatan anda pasca operasi donor organ. Karena memang tidak bisa dipungkiri bahwa kegiatan ini juga bisa memberikan pengaruh pada kesehatan anda selanjutnya. Maka memang anda perlu melakukan konsultasi dengan dokter sebelum melakukan donor organ, mengetahui segala kemungkinan yang bisa terjadi setelah anda melakukan donor organ. Baik karena kemampuan kompensasi tubuh anda yang hilang tersebut maupun efek dari operasi besar yang anda lakukan.

Ketiga hal tersebut adalah pertimbangan paling penting yang harus anda pikirkan sebelum melakukan transplantasi organ, karena memang hal ini merupakan hal yang sangat penting dan perlu persetujuan dari orang-orang terdekat anda. Dan selain itu di Indonesia, melarang adanya jual beli organ tubuh, sehingga ketika anda mendapatkan organ tidak akan mendapat bayaran selain biaya medis yang wajib anda dapatkan.