Category: Artkel

Hal yang Perlu diperhatikan sebelum Melakukan Donor Organ

Donor organ merupakan salah satu kosa kata dalam bidang kesehatan. Yang mana sebelumnya mungkin sudah pernah Anda dengar bahkan ada sebagian dari Anda yang sudah mengerti tentang hal ini. Tidak seperti donor pada umumnya, yaitu donor darah. Donor Organ ini memiliki intensitas yang lebih besar atau bisa dibilang tingkat keseriusan yang lebih tinggi. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan karena donor organ tentunya mempunyai efek samping, dampak, resiko dan tentunya alat-alat yang digunakan lebih kompleks dari donor darah pada umunya yang mungkin sering Anda dengar. Langsung saja, untuk mengetahui apa saja hal yang perlu Anda perhatikan saat Anda ingin melakukan donor organ, Anda bisa simak uraian di bawah ini

  1. Berusia diatas 18 tahun.
  2. Dijamin sehat, terbebas dari berbagai penyakit menular dan serius seperti HIV, Diabetes, Kanker, Ginjal dan Jantung.
  3. Pendonor memiliki golongan darah yang sama dengan orang yang akan di donori organ, hal ini dimaksudkan dalam hal kesamaan organ dan jaringan.
  4. Konsultasi dengan dokter kira-kira apa yang menjadi efek samping atau akibat yang terjadi pada diri Anda setelah melakukan donor organ.
  5. Mempertimbangkan resiko operasi yang akan dilakukan, karena donor organ ini termasuk dalam operasi besar, maka Anda juga harus mencermati apa yang menjadi resiko dalam sebuah operasi.

Beberapa hal diatas merupakan hal-hal yang perlu Anda perhatikan saat Anda akan mendonorkan organ Anda kepada orang lain. Jangan sampai nanti setelah mendonor Anda baru menyesal, perlu Anda ketahui tentang bagaimana resiko dan efek samping yang nantinya akan ditimbulkan dan anda juga bisa mencari informasi lebih lengkap & detail mengenai donor organ melalui situs http://104.145.231.244. Ada satu hal lagi yang juga penting untuk Anda ingat dan cermati, bahwasanya menjadi seorang pendonor adalah menuntut kita untuk menjadi orang penyabar dan ikhlas serta rela berkorban. Mengapa demikian? Hal ini terjadi karena setelah Anda melakukan donor organ, Anda tidak akan mendapat bayaran, padahal harga organ dalam manusia sangatlah mahal apabila dijual, karena memang berperan sebagai penunjang dalam kehidupan manusia.

Donor Rahim yang Membuat Pasutri Bisa Memiliki Keturunan

Donor Rahim yang Membuat Pasutri Bisa Memiliki Keturunan – Belum banyak yang tahu bahwa rahim seseorang bisa didonorkan ketika ia sudah meninggal. Hal ini tentu akan menjadi kabar gembira bagi mereka yang tidak memiliki rahim. Fakta ini sudah ada di beberapa negara besar seperti daerah Eropa, Australia dan Amerika. Banyak orang yang mendapatkan sebuah keajaiban setelah dinyatakan tidak memiliki rahim. Bagi wanita yang tidak memiliki rahim tentu saja tidak akan bisa hamil dan melahirkan. Dengan adanya donor organ ini wanita yang ingin memiliki anak menjadi tertolong. Hanya saja, tidak semua wanita yang tidak memiliki rahim dapat melakukan transplantasi rahim. Faktanya, masih banyak juga wanita yang tidak memiliki anak meski rahim dan sel telur utuh. Inilah pentingnya memahami sebuah kesehatan.

Ada beberapa pasutri yang kesulitan mendapatkan donor rahim karena minimnya wanita yang mau mendonorkan rahimnya. Keadaan ini makin memburuk ketika sudah ada yang mau mendonorkan namun rupanya rahim tersebut kurang cocok. Donor organ memang terkesan belum familiar di Indonesia namun jika hasilnya justru membuat banyak orang tersenyum tentu akan sangat menggembirakan. Bagi jasad yang sudah meninggal juga akan memberikan peran penting dan manfaat bagi mereka yang masih hidup. Jika hal ini disadari sebagai kebutuhan sosial tentu akan menjadi pemandangan yang indah. Hanya saja, keberadaan pihak yang memanfaatkan keadaan inilah yang sebaiknya segera diberantas. Sungguh kurang etis dan terkesan tidak manusiawi jika menjual organ tubuh hanya demi keuntungan ekonomi semata. Sangat miris.

Sekarang ini dunia medis sudah sangat maju sehingga banyak hal yang bisa dilakukan. Tidak hanya untuk rahim saja, bahkan transplantasi otot dan otak juga bisa dilakukan dengan organ cadaver (sudah meninggal) dengan rentan waktu sekitar 10 jam. Ini adalah waktu yang sangat panjang bagi sebuah kematian. Kemajuan dan teknologi ini tidak hanya memberikan kabar gembira bagi penderita namun juga pada si pendonor karena bagian tubuhnya dapat tersalurkan dengan baik. Sebelum meninggal biasanya pendonor akan membuat surat wasiat terkait pendonoran organ tersebut. Atau sesaat sebelum meninggal mengatakan jika akan mendonorkan organnya. Tentu saja harus ada saksi dan keterangan yang jelas agar tidak melanggar hak asasi. Kemudian timbul beragam pertanyaan.

Apakah orang yang sudah meninggal masih butuh hak asasi?
Tentu saja. Bagi orang yang sudah meninggal, masih membutuhkan hak asasi karena tiap orang memiliki kemerdekaan dan kebebasan. Bahkan jika memang tidak bersedia mendonorkan organ maka hal tersebut tidak dapat dijalankan. Belum lama ini Australia hendak memberlakukan peraturan bahwa tiap yang meninggal wajib mendonorkan organnya. Issu akan adanya berita ini justru memberikan kekurangan pada minat yang ingin mendonorkan organ. Mereka merasa dipaksa untuk melakukan donor organ sedangkan dunia tetap memberikan kebebasan mengenai hal ini. Inilah pentingnya sebuah hak asasi.

Apakah Indonesia sudah ada lembaga yang menangani donor organ?
Ya. meski belum banyak, sudah ada beberapa lembaga yang bersedia menjadi jembatan bagi mereka yang ingin melakukan donor organ. Jika Anda berminat maka bisa konsultasikan dengan lembaga kesehatan yang ada di sekitar rumah atau tempat tinggal.

Apakan pendonor atau keluarga pendonor akan mendapatkan uang?
Kegiatan donor organ ialah salah satu tindakan sosial. Tentu saja Anda dan keluarga tidak akan mendapatkan uang. Lalu bagaimana dengan transaksi jual beli organ? Hal tersebut jelas melanggar hukum dan menjadi sebuah tindakan ilegal.

Fakta Terhebat Jika Anda Mau Mendonorkan Organ Tubuh

Gaya hidup dan perubahan pola makan membuat kesehatan manusia dari tahun ke tahun terus saja menurun. Tidak heran jika rumah sakit terus saja dibangun pun dengan biaya yang tidak sedikit. Banyak orang yang kesulitan mendapatkan kesehatan karena lingkungan yang tidak sehat. Rumah sakit juga mengeluhkan bahwa dari tahun ke tahun makin banyak orang yang datang untuk berobat hingga tidak kunjung sembuh. Kesehatan memang mahal harganya, untuk itu akan lebih baik jika kita menjaga kesehatan sejak dini. Agar tubuh tetap sehat dan kuat maka sebaiknya terus dijaga. Namun bagaimana bagi mereka yang sudah terlanjur sakit dan butuh pengobatan rutin? Tentu harus mendapatkan pengobatan yang baik dan menyeluruh. Ada juga yang butuh donor organ agar hidupnya tetap dapat terselamatkan.

Di Indonesia, apabila ada kata donor pasti yang ada di benak tiap orang hanyalah donor darah. Sebab donor organ memang belum populer di negara ini. Sebagian orang belum tahu bahwa donor organ ini memiliki nilai sosial yang sangat baik karena dapat memperpanjang usia bagi banyak orang. Apabila Anda sehat, maka organ yang ada dalam tubuh bisa di donorkan pada saat Anda meninggal nanti. Tentu saja, hal ini murni sebagai sebuah tali kasih bukan sebuah bisnis. Jadi tidak benar jika ada orang yang memberikan sejumlah uang hanya untuk organ yang diberikan tersebut. Di luar negri sudah banyak orang yang mulai melakukan hal ini. Baik melalui asuransi maupun lembaga sosial yang menyediakan. Karena faktanya, donor organ ini memberikan banyak pengaruh prositif bagi orang lain. Apa saja fakta tersebut?

Dapat memperpanjang hidup orang lain

Hidup orang yang memiliki penyakit ganas atau luka berat pada bagian organ dalam tentu harus mendapatkan bantuan. Agar nyawa bisa tetap bernapas maka sebaiknya ada pendonor organ yang cocok sehingga hidup bisa terus berjalan. Banyak orang yang meninggal akibat kurangnya pendonor yang ada di Indonesia. Belum banyak orang yang sadar bahwa organ dalam tubuhnya masih bisa berguna bagi orang lain ketika dia meninggal.
Nilai sosialnya sangat tinggi

Ada sebuah fakta hebat yang dilakukan oleh gadis usia 23 tahun. Saat itu, dia mendonorkan semua organ tubuhnya ketika sudah meninggal. Tentu saja sebelum meninggal dia sudah menandatangi sebuah surat yang isinya akan mendonorkan semua organ tubuhnya bagi orang yang membutuhkan.
Tidak dapat dijual belikan

Perlu menjadi sebuah kecaman keras bahwa jual beli organ harus dihapuskan. Selain tidak manusiawi, proses jual beli organ ini juga mengandung banyak hal yang tidak baik. Dengan adanya transaksi jual beli organ maka banyak orang yang rela melakukan segala cara demi membunuh orang. Tentu saja agar organ tersebut dapat dijual kemudian mendapat keuntungan materi yang sangat luar biasa. Hal ini jelas sangat tidak etis.
Ketiga hal tersebut harus dilakukan sesuai prosedur agar tidak disalah gunakan oleh orang lain. Hanya saja yang menjadi kendala bukan lagi proses menyimpangnya, sebab tidak semua organ bisa didonorkan pada orang yang tepat. Rupanya, donor organ di luar negri ini masih mendapatkan kendala mengenai kecocokan antara pendonor dan penderita. Banyak orang yang sudah mendonorkan organnya untuk orang lain. Hanya saja yang menerima donor ini kurang sesuai atau kurang pas sehingga prosesnya menjadi kurang efektif.

Pro Kontra Donor Organ di Indonesia

Pro Kontra Donor Organ di Indonesia – Banyak orang yang berpendapat bahwa donor organ merupakan sebuah tindakan yang keji. Sebagian lagi berpendapat, boleh hanya saja kurang etis dengan budaya dan adat yang ada di Indonesia. Lalu bagaimana pemerintah menyikapi hal ini? Sesuai UU No 36 Tahun 2009 menyebutkan bahwa tindakan jual beli organ atau jaringan tubuh dilarang meski dengan dalih apapun. Hal ini menegaskan bahwa donor organ bukan sebuah tindakan bisnis. Adapun jika orang ingin mendonorkan bagian tubuhnya seperti darah atau kulit bisa, karena keduanya bisa tumbuh lagi. Ini berbeda dengan donor organ vital yang hanya dimiliki satu saja oleh manusia. Dalam hukum tidak tertulis juga menyebutkan bahwa manusia yang menerima donor tidak boleh tahu siapa yang sudah mendonorkan organ tersebut kepada dirinya. Hal ini demi menjaga norma dan psikis dari keduanya. Baik si penerima organ atau si pendonor (keluarga) tentu akan merasakan empati yang luar biasa jika mendapatkan bagian tubuh tersebut.

Dalam peraturan pemerintah No 18 tahun 1981 tentang bedah mayat klinis hanya disebutkan mengenai tata cara melakukan pembedahan atau transplantasi. Aturan tersebut juga hanya menyebutkan mengenai mayat, bukan antara manusia yang masih hidup dan manusia yang masih hidup. Apabila melakukan tindakan medis tersebut juga harus mendapat persetujuan dari keluarga atau ahli waris dari si mayat. Tidak dibenarkan jika tindakan ini dilakukan tanpa persetujuan keluarga. Untuk itu, dalam melakukan tindakan donor ini harus dengan pertimbangan yang matang. Adapun kategori organ yang bisa didonorkan antara lain.

– Organ yang hanya satu-satunya
Jenis donor ini agak rawan atau dapat dikatakan yang paling rawan karena merupakan bagian yang hanya satu-satunya. Adapun organ ini ialah jantung, hati dan otak. Ketiga organ tersebut boleh didonorkan asalkan di pendonor sudah tidak lagi bernyawa. Apabila ada yang melakukan transaksi jual beli atau ada yang diuntungkan dalam bentuk uang maka hal tersebut tidak dapat dibenarkan.

– Organ yang berada di luar tubuh
Adapun organ yang terdapat di luar tubuh yakni mata, tangan dan kaki. Meski keduanya berpasangan namun organ tersebut termasuk dalam kategori organ luar karena letaknya yang di luar tubuh manusia.

– Organ dalam yang berpasangan
Jenis organ dalam ini umumnya berpasangan karena saling berperan. Jadi tidak dibenarkan jika ada orang yang mendonorkan ginjal kepada orang lain namun orang tersebut masih hidup. Meski manusia masih bisa hidup dengan satu ginjal namun tetap butuh daya tubuh yang optimal agar tubuh tetap bisa melakukan segala aktifitas dengan baik. Jadi akan lebih baik jika pemberian donor ginjal ini dari orang yang sudah meninggal.

Apabila ditelaah dan dipelajari lebih dalam, tindakan donor organ tubuh ini memberikan manfaat yang luar biasa bagi mereka yang masih bisa mempertahankan nyawa. Di beberapa negara berkembang, apabila ada mayat yang ditemukan tanpa identitas maka dalam waktu 6 jam dokter sudah boleh melakukan tindakan medis tanpa persetujuan siapapun. Baik itu mengambil organ dalam atau organ luar. Semua organ tersebut bebas dan bisa diambil demi menyelamatkan nyawa lain yang masih bisa diselamatkan. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Apakah hal semacam ini juga bisa dilakukan demi penyelamatan nyawa orang lain yang lebih membutuhkan? Mungkin hal tersebut bisa saja terjadi jika semua elemen masyarakat mendukung tindakan tersebut.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!