Category: Artkel

Donor Organ Sebagai Asuransi Jiwa di Jerman

Donor Organ Sebagai Asuransi Jiwa di Jerman – Mendonorkan bagian tubuh atau organ tubuh di Indonesia masih jarang terjadi. Masyarakat Indonesia lebih mengenal kata donor darah dibandingkan dengan donor organ. Tidak banyak orang yang ingin melakukan donor organ atau transpalasi organ ini. Padahal pada kenyataannya di dunia ini banyak sekali orang yang membutuhkan donor organ. Banyak kasus meninggal karena mereka tidak menemukan donot organ yang tepat.
Namun berbeda halnya dengan beberapa negara di dunia ini seperti di negara Jepang dan juga Jerman. Di negara mereka adanya sebuah formulir kartu donor organ bahkan ditawarkan sebagai sebuah paket asuransi. Dan inilah beberapa keunikan yang terjadi di negara lain.

1. Kisah Inspiratif Albayrak (Turki)
Albayrak yang berusia 23 tahun asal Turki telah memberikan sebuah inspirasi bagi banyak orang. Ia mendonorkan organnya kepada 2 orang perempuan asal Jerman yang menjadi sebuah korban kekerasan. Ternyata Sebelum meninggal dunia Albayrak telah mengisi sebuah formulir yang menyetujui bahwa ketika meninggal semua organ tubuhnya akan didonorkan. Karena kebaikannya ini juga telah menenangkan hubungan Jerman dan juga Turki yang waktu itu sedang tidak baik karena politik.

2. Warga Jerman Mempunyai Katau Organspendeausweiss
Di negara Jerman hampir sekitar 80% warganya berpikiran positif tentang donor organ ini. Dan dengan adanya respon positif dari masyarakat donor organ menjadi sebuah paket asuransi jiwa. Di Jerman kartu ini disebut dengan Organspendeausweiss. Dalam kartu tersebut berisikan beberapa pertanyaan Seperti kepada siapa donor organ akan diberikan dan setuju tidaknya bahwa setelah meninggal organ dapat diambil jika masih dapat ditransplantasikan.

3. Bank Organ di Dunia Yang Melakukan Transplantasi Beda Jaringan
Perkara mendonorkan organ atau tidak menjadi masalah pribadi pendonor. Namun jika berkaitan dengan cocok tidaknya organ yang didonorkan dengan calon yang mendapatkan akan bersangkutan dengan banyak orang termasuk di medis. Potensi setiap orang sama untuk mendonorkan organ-organnya. Namun tidak semua organ dapat menemukan sebuah kecocokan dimana organ tersebut dapat dimanfaatkan. Seperti contohnya donor kornea yang sudah diatur oleh lembaga khusus Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia atau disingkat menjadi Perdami. Dalam beberapa kasus ada sebuah bank yang berani melakukan transpalasi organ yang berbeda dan melakukan transpalasi organ yang berbeda jaringan. Jika anda ingin mengetahui Informasi lebih lanjut tentang transpalasi organ yang berbeda, anda bisa mengaksesnya melalui situs https://www.linuxiso.org.

Itulah beberapa keunikan yang terjadi di beberapa negara. Di Indonesia sendiri kasus jual beli organ masih marak terjadi. Ada baiknya pemerintah untuk lebih tegas akan hal ini. Karena jual-beli organ ini merupakan sebuah tindakan yang tidak layak.

8 Organ Tubuh yang Bisa Didonorkan Saat Sudah Meninggal

8 Organ Tubuh yang Bisa Didonorkan Saat Sudah Meninggal – Rupanya, manusia yang sudah meninggal masih bisa melakukan kebaikan dengan mendonorkan organ tubuhnya. Di luar negri, sudah banyak orang yang melakukan pendonoran ini karena dianggap sangat baik. Bagi mereka yang sudah lanjut usia biasanya sering melakukan kontrak atau surat perjanjian apabila meninggal maka tubuhnya boleh digunakan untuk kesehatan orang lain. Tidak heran jika dunia medis di luar negri sana sangat berkembang dan bertumbuh cepat. Ilmu kesehatan makin menunjukkan keajaiban akan kehidupan yang lebih baik. Dengan adanya donor organ ini banyak nyawa yang bisa diselamatkan dan seolah mendapat kesempatan hidup kedua.

Banyak orang Indonesia yang pergi ke luar negri demi mendapatkan pengobatan berupa donor organ ini. Tentu menjadi sebuah fenomena penting jika proses donor organ ini tidak dapat dilakukan hanya karena prosedur yang salah atau tidak sesuai.

Adapun organ yang bisa didonorkan saat sudah meninggal antara lain.

1.Jantung
Bagi penderita gagal jantung bisa mendapatkan donor jantung dari orang yang sudah meninggal. Proses ini juga harus segera dilakukan agar organ jantung ini tidak rusak oleh bakteri. Tentu saja tidak semua jantung bisa digunakan untuk penderita. Sebelum dilakukan transplantasi, baik pendonor maupun penderita harus diperiksa terlebih dahulu.

2.Katup Jantung
Ada penderita sakit jantung yang memerlukan transplantasi katup jantung. Biasanya, penderita dengan transplantasi ini lebih mudah menemukan donor yang cocok dibanding mereka yang menderita gagal jantung. Tentu saja proses ini biasanya dilakukan di luar karena medis di Indonesia belum memiliki hukum yang kuat mengenai hal ini. Banyak orang yang menganggap hal ini sebagai tabu atau kurang pantas.

3.Paru-paru
Bagi yang sudah meninggal, apabila ingin mendonorkan semua organ maka harus diperiksa secara menyeluruh terlebih dahulu. Paru-paru yang baik bisa digunakan untuk donor, namun jika sudah mengalami kerusakan atau sakit maka tentu saja tidak dapat dilakukan. Karena akan memberikan efek yang tidak baik bagi si penderita.

4.Hati
Salah satu organ yang bisa mengalami regenerasi ialah hati. Dengan hati yang sehat, ada sebagian orang yang masih bisa mendonorkan sebagian kecil hatinya ke orang lain. Hanya saja metode ini memiliki resiko yang cukup tinggi. Butuh pengalaman yang luar biasa dan cukup banyak agar bisa melakukan operasi ini. Hanya saja, sebagian orang melakukan donor hati ketika mereka sudah meninggal karena lebih efektif dan tidak mengandung resiko.

5.Pankreas
Bagian tubuh yang hampir mirip dengan hati ini juga bisa dijadikan donor organ yang sangat penting. Di luar negri sudah banyak orang yang menerima donor pankreas karena kanker atau penyakit keras lainnya.

6.Ginjal
Ini salah satu organ yang paling laku dipasaran karena banyak orang yang mengalami gagal ginjal. Penyakit ini memang menjadi fenomena tersendiri bagi banyak orang. Terutama bagi mereka yang sudah mengalami cuci darah selama puluhan tahun. Akan menjadi kabar gembira jika ada pendonor ginjal yang bisa menyembuhkan penyakitnya.

7.Usus
Belum banyak yang tahu bahwa usus bisa juga dijadikan donor. Bagi mereka yang menderita kanker usus atau harus mengalami pemotongan usus, bisa lebih sehat dengan adanya donor usus ini.

8.Kulit
Penderita luka bakar akan sangat beruntung jika mendapatkan donor kulit untuk tubuhnya. Tentu saja yang dapat mendonorkan kulit ini hanyalah orang yang sudah meninggal.

Etika Donor Organ Tubuh Manusia yang Tidak Boleh Dilanggar

Etika Donor Organ Tubuh Manusia yang Tidak Boleh Dilanggar – Belakangan ini banyak orang yang membicarakan donor organ karena maraknya jual beli ginjal. Rupanya, transaksi jual beli ginjal sudah ada sebelum tahun 2000an. Jauh sebelum itu, banyak orang yang memanfaatkan orang lain untuk kesehatan. Sebagian orang yang melakukan penjualan ginjal ini merasa kebutuhan ekonomi jauh lebih mendesak dibanding kebutuhan kesehatan. Walau tanpa mereka sadari, hidup dengan satu ginjal itu akan terasa berat dibanding dahulu waktu masih memiliki dua ginjal. Apabila mereka sadar bahwa hidup dengan satu ginjal tidak akan memberikan manfaat maka sudah pasti tidak akan ada orang yang rela menjual ginjalnya demi atau dengan alasan apapun. Minimnya wawasan inilah yang membuat orang dengan mudah menjual organ tubuh hanya dengan rupiah. Untuk itulah, penting memberikan wawasan mengenai donor organ agar jual beli organ ini tidak terjadi begitu saja. Adapun tata cara transplantasi organ yang benar antara lain.

– Semua nyawa itu penting
Hal yang selama ini menjadi sebuah fenomena ialah menganggap bahwa nyawa si A jauh lebih penting dibanding nyawa si B. Apabila semua orang berpendapat bahwa semua nyawa itu penting maka tidak akan ada transaksi transplantasi organ yang dilakukan oleh orang yang keduanya masih hidup. Pasien yang mendapatkan donor organ haruslah berasal dari mayat atau mereka yang sudah meninggal agar tidak ada korban nyawa.

– Tidak semua organ cocok
Faktor lain yang tidak boleh ketinggalan ialah keberadaan organ tidak semua orang bisa cocok. Bagi orang tertentu, butuh ketersediaan donor dengan waktu yang pas agar nyawa masih dapat diselamatkan. Sedangkan pada kondisi lain, ada pendonor yang siap atau harus segera didonorkan karena baru saja meninggal. Tentu hal ini tidak dapat dipaksakan.

– Pemeriksaan secara teliti dan menyeluruh
Tidak semua organ tubuh itu sehat. Sebelum melakukan pendonoran, akan lebih baik jika organ tersebut diperiksa terlebih dahulu secara teliti. Apabila ada virus HIV, kanker, infeksi atau penyakit menular lainnya tentu organ tersebut tidak dapat digunakan. Penting sekali mengecek ulang tubuh sebelum dilakukan pembedahan.

– Semua orang bisa menjadi pendonor
Hal yang tidak boleh terlupakan ialah usia pendonor dan wali yang bersangkutan harus mengetahui jika jasad pendonor akan digunakan untuk pengobatan. Tentunya hal ini tidak dapat begitu saja terlewat. Bagi yang sudah dewasa mungkin bisa saja sebelum meninggal sudah menandatangi sebuah surat wasiat, sedangkan yang masih berada di bawah umur maka orangtuanya lah yang bisa memberikan kewenangan.

– Menjadi pendonor tidak mendapat uang
Harus diketahui oleh banyak orang bahwa pendonor organ ini tidak mendapat uang atau imbalan karena sifatnya sukarela. Hendaknya harus menjadi pemikiran ulang jika ingin melakukan pendonoran organ karena jika di pendonor masih hidup ada kemungkinan dikemudian hari bisa terjadi masalah mengenai kesehatan.

Apabila ada dokter atau pihak medis yang mengatakan bahwa ada biaya tambahan untuk organ tertentu maka hal tersebut sudah menyalahi kode etik kedokteran dan anda bisa melaporkan dokter atau rumah sakit tersebut secara online melalui https://citibet88.club dan akan segera di tindak lanjuti. Karena pada dasarnya organ tersebut tidak boleh dijual belikan secara bebas. Hanya saja, hal tersebut rupanya masih terjadi meski besar kemungkinan prakteknya berada di luar negri. Banyak dokter di negara berkembang yang mau melakukan tindakan tersebut dengan dalih menyelamatkan nyawa si penderita. Untuk itu, proses dan tata cara donor organ ini sebaiknya dilakukan dengan benar agar tidak terjadi penyimpangan yang lebih menyulitkan.

Hanya Orang-Orang Mulia yang Rela Mendonorkan Organ kepada Orang Lain

Hanya Orang-Orang Mulia yang Rela Mendonorkan Organ kepada Orang Lain – Pada saat ini banyak dijumpai orang-orang dengan berbagai penyakit yang menyerang tubuhnya, terutama penyakit yang menyerang organ dalam. Hal ini mungkin disebabkan karena kebiasaan buruk, pola makan dan pola kehidupan yang tidak sehat bahkan tidak teratur. Oleh sebab itu, perlu diperhatikan bagi Anda apabila merasakan sebuah gejala-gejala ringan, alangkah baiknya untuk segera memeriksakan dan berkonsultasi kepada dokter. Hal ini ditakutkan kelak apabila semakin lama akan menjadi semakin parah. Bagi sebagian orang yang sydah terlanjur terkena beberapa penyakit dalam, terutama yang berkaitan dengan organ-organ penting penunjang kehidupan seperti jantung, paru-paru, hati, ginjal dan masih banyak lagi. Selain organ dalam, tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada organ yang tampak oleh penghilatan manusia secara langsung, yaitu mata.

Bagi Anda yang sehat dan memenuhi syarat dan kriteria tertentu bisa saja langsung mendonorkan organ dalam Anda bagi orang-orang yang benar-benar membutuhkan. Hal ini tidak hanya membutuhkan ketahanan fisik, akan tetapi juga membutuhkan kekuatan mental. Dengan demikian, Anda harus mempertimbangkan terlebih dahulu dengan matang apabila Anda ingin mendonorkan salah satu organ dalam Anda. Mungkin untuk keluarga, rekan sahabat ataupun orang terdekat Anda. Dan, satu hal lagi yang perlu Anda ingat, jangan sampai Anda menyesal terhadap apa yang telah Anda lakukan untuk orang lain.

Disamping sangat bermanfaat bagi kehidupan orang lain, donor organ ini juga menjadikan Anda sebagai sosok orang yang ikhlas, tabah, rela menolong dan berkorban. Kebaikan yang telah Anda perbuat akan terukir sepanjang masa, akan selalu terkenang. Mungkin dari orang yang telah Anda donori merasa sangat berterimakasih kepada Anda, mereka juga menganggap bahwa Anda lah penolong dalam hidupnya. Karena memang tidak bisa dipungkiri bahwa harga organ dalam sangat lah mahal dan jarang orang yang mau mendonorkan bahkan menyumbangkan organnya kepada orang lain, karena tentunya mereka juga berpikir tentang kesehatannya tanpa koordinasi salah satu organ yang mana biasanya bekerja di dalam tubuh Anda. Dengan demikian, apabila Anda merupakan orang yang ikhlas dan rela untuk mendonorkan organ Anda terhadap orang lain, maka Anda termasuk ke dalam orang yang benar-benar mulia.

Hal yang Perlu diperhatikan sebelum Melakukan Donor Organ

Donor organ merupakan salah satu kosa kata dalam bidang kesehatan. Yang mana sebelumnya mungkin sudah pernah Anda dengar bahkan ada sebagian dari Anda yang sudah mengerti tentang hal ini. Tidak seperti donor pada umumnya, yaitu donor darah. Donor Organ ini memiliki intensitas yang lebih besar atau bisa dibilang tingkat keseriusan yang lebih tinggi. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan karena donor organ tentunya mempunyai efek samping, dampak, resiko dan tentunya alat-alat yang digunakan lebih kompleks dari donor darah pada umunya yang mungkin sering Anda dengar. Langsung saja, untuk mengetahui apa saja hal yang perlu Anda perhatikan saat Anda ingin melakukan donor organ, Anda bisa simak uraian di bawah ini

  1. Berusia diatas 18 tahun.
  2. Dijamin sehat, terbebas dari berbagai penyakit menular dan serius seperti HIV, Diabetes, Kanker, Ginjal dan Jantung.
  3. Pendonor memiliki golongan darah yang sama dengan orang yang akan di donori organ, hal ini dimaksudkan dalam hal kesamaan organ dan jaringan.
  4. Konsultasi dengan dokter kira-kira apa yang menjadi efek samping atau akibat yang terjadi pada diri Anda setelah melakukan donor organ.
  5. Mempertimbangkan resiko operasi yang akan dilakukan, karena donor organ ini termasuk dalam operasi besar, maka Anda juga harus mencermati apa yang menjadi resiko dalam sebuah operasi.

Beberapa hal diatas merupakan hal-hal yang perlu Anda perhatikan saat Anda akan mendonorkan organ Anda kepada orang lain. Jangan sampai nanti setelah mendonor Anda baru menyesal, perlu Anda ketahui tentang bagaimana resiko dan efek samping yang nantinya akan ditimbulkan dan anda juga bisa mencari informasi lebih lengkap & detail mengenai donor organ melalui situs http://104.145.231.244. Ada satu hal lagi yang juga penting untuk Anda ingat dan cermati, bahwasanya menjadi seorang pendonor adalah menuntut kita untuk menjadi orang penyabar dan ikhlas serta rela berkorban. Mengapa demikian? Hal ini terjadi karena setelah Anda melakukan donor organ, Anda tidak akan mendapat bayaran, padahal harga organ dalam manusia sangatlah mahal apabila dijual, karena memang berperan sebagai penunjang dalam kehidupan manusia.

Donor Rahim yang Membuat Pasutri Bisa Memiliki Keturunan

Donor Rahim yang Membuat Pasutri Bisa Memiliki Keturunan – Belum banyak yang tahu bahwa rahim seseorang bisa didonorkan ketika ia sudah meninggal. Hal ini tentu akan menjadi kabar gembira bagi mereka yang tidak memiliki rahim. Fakta ini sudah ada di beberapa negara besar seperti daerah Eropa, Australia dan Amerika. Banyak orang yang mendapatkan sebuah keajaiban setelah dinyatakan tidak memiliki rahim. Bagi wanita yang tidak memiliki rahim tentu saja tidak akan bisa hamil dan melahirkan. Dengan adanya donor organ ini wanita yang ingin memiliki anak menjadi tertolong. Hanya saja, tidak semua wanita yang tidak memiliki rahim dapat melakukan transplantasi rahim. Faktanya, masih banyak juga wanita yang tidak memiliki anak meski rahim dan sel telur utuh. Inilah pentingnya memahami sebuah kesehatan.

Ada beberapa pasutri yang kesulitan mendapatkan donor rahim karena minimnya wanita yang mau mendonorkan rahimnya. Keadaan ini makin memburuk ketika sudah ada yang mau mendonorkan namun rupanya rahim tersebut kurang cocok. Donor organ memang terkesan belum familiar di Indonesia namun jika hasilnya justru membuat banyak orang tersenyum tentu akan sangat menggembirakan. Bagi jasad yang sudah meninggal juga akan memberikan peran penting dan manfaat bagi mereka yang masih hidup. Jika hal ini disadari sebagai kebutuhan sosial tentu akan menjadi pemandangan yang indah. Hanya saja, keberadaan pihak yang memanfaatkan keadaan inilah yang sebaiknya segera diberantas. Sungguh kurang etis dan terkesan tidak manusiawi jika menjual organ tubuh hanya demi keuntungan ekonomi semata. Sangat miris.

Sekarang ini dunia medis sudah sangat maju sehingga banyak hal yang bisa dilakukan. Tidak hanya untuk rahim saja, bahkan transplantasi otot dan otak juga bisa dilakukan dengan organ cadaver (sudah meninggal) dengan rentan waktu sekitar 10 jam. Ini adalah waktu yang sangat panjang bagi sebuah kematian. Kemajuan dan teknologi ini tidak hanya memberikan kabar gembira bagi penderita namun juga pada si pendonor karena bagian tubuhnya dapat tersalurkan dengan baik. Sebelum meninggal biasanya pendonor akan membuat surat wasiat terkait pendonoran organ tersebut. Atau sesaat sebelum meninggal mengatakan jika akan mendonorkan organnya. Tentu saja harus ada saksi dan keterangan yang jelas agar tidak melanggar hak asasi. Kemudian timbul beragam pertanyaan.

Apakah orang yang sudah meninggal masih butuh hak asasi?
Tentu saja. Bagi orang yang sudah meninggal, masih membutuhkan hak asasi karena tiap orang memiliki kemerdekaan dan kebebasan. Bahkan jika memang tidak bersedia mendonorkan organ maka hal tersebut tidak dapat dijalankan. Belum lama ini Australia hendak memberlakukan peraturan bahwa tiap yang meninggal wajib mendonorkan organnya. Issu akan adanya berita ini justru memberikan kekurangan pada minat yang ingin mendonorkan organ. Mereka merasa dipaksa untuk melakukan donor organ sedangkan dunia tetap memberikan kebebasan mengenai hal ini. Inilah pentingnya sebuah hak asasi.

Apakah Indonesia sudah ada lembaga yang menangani donor organ?
Ya. meski belum banyak, sudah ada beberapa lembaga yang bersedia menjadi jembatan bagi mereka yang ingin melakukan donor organ. Jika Anda berminat maka bisa konsultasikan dengan lembaga kesehatan yang ada di sekitar rumah atau tempat tinggal.

Apakan pendonor atau keluarga pendonor akan mendapatkan uang?
Kegiatan donor organ ialah salah satu tindakan sosial. Tentu saja Anda dan keluarga tidak akan mendapatkan uang. Lalu bagaimana dengan transaksi jual beli organ? Hal tersebut jelas melanggar hukum dan menjadi sebuah tindakan ilegal.

Fakta Terhebat Jika Anda Mau Mendonorkan Organ Tubuh

Gaya hidup dan perubahan pola makan membuat kesehatan manusia dari tahun ke tahun terus saja menurun. Tidak heran jika rumah sakit terus saja dibangun pun dengan biaya yang tidak sedikit. Banyak orang yang kesulitan mendapatkan kesehatan karena lingkungan yang tidak sehat. Rumah sakit juga mengeluhkan bahwa dari tahun ke tahun makin banyak orang yang datang untuk berobat hingga tidak kunjung sembuh. Kesehatan memang mahal harganya, untuk itu akan lebih baik jika kita menjaga kesehatan sejak dini. Agar tubuh tetap sehat dan kuat maka sebaiknya terus dijaga. Namun bagaimana bagi mereka yang sudah terlanjur sakit dan butuh pengobatan rutin? Tentu harus mendapatkan pengobatan yang baik dan menyeluruh. Ada juga yang butuh donor organ agar hidupnya tetap dapat terselamatkan.

Di Indonesia, apabila ada kata donor pasti yang ada di benak tiap orang hanyalah donor darah. Sebab donor organ memang belum populer di negara ini. Sebagian orang belum tahu bahwa donor organ ini memiliki nilai sosial yang sangat baik karena dapat memperpanjang usia bagi banyak orang. Apabila Anda sehat, maka organ yang ada dalam tubuh bisa di donorkan pada saat Anda meninggal nanti. Tentu saja, hal ini murni sebagai sebuah tali kasih bukan sebuah bisnis. Jadi tidak benar jika ada orang yang memberikan sejumlah uang hanya untuk organ yang diberikan tersebut. Di luar negri sudah banyak orang yang mulai melakukan hal ini. Baik melalui asuransi maupun lembaga sosial yang menyediakan. Karena faktanya, donor organ ini memberikan banyak pengaruh prositif bagi orang lain. Apa saja fakta tersebut?

Dapat memperpanjang hidup orang lain

Hidup orang yang memiliki penyakit ganas atau luka berat pada bagian organ dalam tentu harus mendapatkan bantuan. Agar nyawa bisa tetap bernapas maka sebaiknya ada pendonor organ yang cocok sehingga hidup bisa terus berjalan. Banyak orang yang meninggal akibat kurangnya pendonor yang ada di Indonesia. Belum banyak orang yang sadar bahwa organ dalam tubuhnya masih bisa berguna bagi orang lain ketika dia meninggal.
Nilai sosialnya sangat tinggi

Ada sebuah fakta hebat yang dilakukan oleh gadis usia 23 tahun. Saat itu, dia mendonorkan semua organ tubuhnya ketika sudah meninggal. Tentu saja sebelum meninggal dia sudah menandatangi sebuah surat yang isinya akan mendonorkan semua organ tubuhnya bagi orang yang membutuhkan.
Tidak dapat dijual belikan

Perlu menjadi sebuah kecaman keras bahwa jual beli organ harus dihapuskan. Selain tidak manusiawi, proses jual beli organ ini juga mengandung banyak hal yang tidak baik. Dengan adanya transaksi jual beli organ maka banyak orang yang rela melakukan segala cara demi membunuh orang. Tentu saja agar organ tersebut dapat dijual kemudian mendapat keuntungan materi yang sangat luar biasa. Hal ini jelas sangat tidak etis.
Ketiga hal tersebut harus dilakukan sesuai prosedur agar tidak disalah gunakan oleh orang lain. Hanya saja yang menjadi kendala bukan lagi proses menyimpangnya, sebab tidak semua organ bisa didonorkan pada orang yang tepat. Rupanya, donor organ di luar negri ini masih mendapatkan kendala mengenai kecocokan antara pendonor dan penderita. Banyak orang yang sudah mendonorkan organnya untuk orang lain. Hanya saja yang menerima donor ini kurang sesuai atau kurang pas sehingga prosesnya menjadi kurang efektif.

Pro Kontra Donor Organ di Indonesia

Pro Kontra Donor Organ di Indonesia – Banyak orang yang berpendapat bahwa donor organ merupakan sebuah tindakan yang keji. Sebagian lagi berpendapat, boleh hanya saja kurang etis dengan budaya dan adat yang ada di Indonesia. Lalu bagaimana pemerintah menyikapi hal ini? Sesuai UU No 36 Tahun 2009 menyebutkan bahwa tindakan jual beli organ atau jaringan tubuh dilarang meski dengan dalih apapun. Hal ini menegaskan bahwa donor organ bukan sebuah tindakan bisnis. Adapun jika orang ingin mendonorkan bagian tubuhnya seperti darah atau kulit bisa, karena keduanya bisa tumbuh lagi. Ini berbeda dengan donor organ vital yang hanya dimiliki satu saja oleh manusia. Dalam hukum tidak tertulis juga menyebutkan bahwa manusia yang menerima donor tidak boleh tahu siapa yang sudah mendonorkan organ tersebut kepada dirinya. Hal ini demi menjaga norma dan psikis dari keduanya. Baik si penerima organ atau si pendonor (keluarga) tentu akan merasakan empati yang luar biasa jika mendapatkan bagian tubuh tersebut.

Dalam peraturan pemerintah No 18 tahun 1981 tentang bedah mayat klinis hanya disebutkan mengenai tata cara melakukan pembedahan atau transplantasi. Aturan tersebut juga hanya menyebutkan mengenai mayat, bukan antara manusia yang masih hidup dan manusia yang masih hidup. Apabila melakukan tindakan medis tersebut juga harus mendapat persetujuan dari keluarga atau ahli waris dari si mayat. Tidak dibenarkan jika tindakan ini dilakukan tanpa persetujuan keluarga. Untuk itu, dalam melakukan tindakan donor ini harus dengan pertimbangan yang matang. Adapun kategori organ yang bisa didonorkan antara lain.

– Organ yang hanya satu-satunya
Jenis donor ini agak rawan atau dapat dikatakan yang paling rawan karena merupakan bagian yang hanya satu-satunya. Adapun organ ini ialah jantung, hati dan otak. Ketiga organ tersebut boleh didonorkan asalkan di pendonor sudah tidak lagi bernyawa. Apabila ada yang melakukan transaksi jual beli atau ada yang diuntungkan dalam bentuk uang maka hal tersebut tidak dapat dibenarkan.

– Organ yang berada di luar tubuh
Adapun organ yang terdapat di luar tubuh yakni mata, tangan dan kaki. Meski keduanya berpasangan namun organ tersebut termasuk dalam kategori organ luar karena letaknya yang di luar tubuh manusia.

– Organ dalam yang berpasangan
Jenis organ dalam ini umumnya berpasangan karena saling berperan. Jadi tidak dibenarkan jika ada orang yang mendonorkan ginjal kepada orang lain namun orang tersebut masih hidup. Meski manusia masih bisa hidup dengan satu ginjal namun tetap butuh daya tubuh yang optimal agar tubuh tetap bisa melakukan segala aktifitas dengan baik. Jadi akan lebih baik jika pemberian donor ginjal ini dari orang yang sudah meninggal.

Apabila ditelaah dan dipelajari lebih dalam, tindakan donor organ tubuh ini memberikan manfaat yang luar biasa bagi mereka yang masih bisa mempertahankan nyawa. Di beberapa negara berkembang, apabila ada mayat yang ditemukan tanpa identitas maka dalam waktu 6 jam dokter sudah boleh melakukan tindakan medis tanpa persetujuan siapapun. Baik itu mengambil organ dalam atau organ luar. Semua organ tersebut bebas dan bisa diambil demi menyelamatkan nyawa lain yang masih bisa diselamatkan. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Apakah hal semacam ini juga bisa dilakukan demi penyelamatan nyawa orang lain yang lebih membutuhkan? Mungkin hal tersebut bisa saja terjadi jika semua elemen masyarakat mendukung tindakan tersebut.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!