Donor Rahim yang Membuat Pasutri Bisa Memiliki Keturunan

Donor Rahim yang Membuat Pasutri Bisa Memiliki Keturunan – Belum banyak yang tahu bahwa rahim seseorang bisa didonorkan ketika ia sudah meninggal. Hal ini tentu akan menjadi kabar gembira bagi mereka yang tidak memiliki rahim. Fakta ini sudah ada di beberapa negara besar seperti daerah Eropa, Australia dan Amerika. Banyak orang yang mendapatkan sebuah keajaiban setelah dinyatakan tidak memiliki rahim. Bagi wanita yang tidak memiliki rahim tentu saja tidak akan bisa hamil dan melahirkan. Dengan adanya donor organ ini wanita yang ingin memiliki anak menjadi tertolong. Hanya saja, tidak semua wanita yang tidak memiliki rahim dapat melakukan transplantasi rahim. Faktanya, masih banyak juga wanita yang tidak memiliki anak meski rahim dan sel telur utuh. Inilah pentingnya memahami sebuah kesehatan.

Ada beberapa pasutri yang kesulitan mendapatkan donor rahim karena minimnya wanita yang mau mendonorkan rahimnya. Keadaan ini makin memburuk ketika sudah ada yang mau mendonorkan namun rupanya rahim tersebut kurang cocok. Donor organ memang terkesan belum familiar di Indonesia namun jika hasilnya justru membuat banyak orang tersenyum tentu akan sangat menggembirakan. Bagi jasad yang sudah meninggal juga akan memberikan peran penting dan manfaat bagi mereka yang masih hidup. Jika hal ini disadari sebagai kebutuhan sosial tentu akan menjadi pemandangan yang indah. Hanya saja, keberadaan pihak yang memanfaatkan keadaan inilah yang sebaiknya segera diberantas. Sungguh kurang etis dan terkesan tidak manusiawi jika menjual organ tubuh hanya demi keuntungan ekonomi semata. Sangat miris.

Sekarang ini dunia medis sudah sangat maju sehingga banyak hal yang bisa dilakukan. Tidak hanya untuk rahim saja, bahkan transplantasi otot dan otak juga bisa dilakukan dengan organ cadaver (sudah meninggal) dengan rentan waktu sekitar 10 jam. Ini adalah waktu yang sangat panjang bagi sebuah kematian. Kemajuan dan teknologi ini tidak hanya memberikan kabar gembira bagi penderita namun juga pada si pendonor karena bagian tubuhnya dapat tersalurkan dengan baik. Sebelum meninggal biasanya pendonor akan membuat surat wasiat terkait pendonoran organ tersebut. Atau sesaat sebelum meninggal mengatakan jika akan mendonorkan organnya. Tentu saja harus ada saksi dan keterangan yang jelas agar tidak melanggar hak asasi. Kemudian timbul beragam pertanyaan.

Apakah orang yang sudah meninggal masih butuh hak asasi?
Tentu saja. Bagi orang yang sudah meninggal, masih membutuhkan hak asasi karena tiap orang memiliki kemerdekaan dan kebebasan. Bahkan jika memang tidak bersedia mendonorkan organ maka hal tersebut tidak dapat dijalankan. Belum lama ini Australia hendak memberlakukan peraturan bahwa tiap yang meninggal wajib mendonorkan organnya. Issu akan adanya berita ini justru memberikan kekurangan pada minat yang ingin mendonorkan organ. Mereka merasa dipaksa untuk melakukan donor organ sedangkan dunia tetap memberikan kebebasan mengenai hal ini. Inilah pentingnya sebuah hak asasi.

Apakah Indonesia sudah ada lembaga yang menangani donor organ?
Ya. meski belum banyak, sudah ada beberapa lembaga yang bersedia menjadi jembatan bagi mereka yang ingin melakukan donor organ. Jika Anda berminat maka bisa konsultasikan dengan lembaga kesehatan yang ada di sekitar rumah atau tempat tinggal.

Apakan pendonor atau keluarga pendonor akan mendapatkan uang?
Kegiatan donor organ ialah salah satu tindakan sosial. Tentu saja Anda dan keluarga tidak akan mendapatkan uang. Lalu bagaimana dengan transaksi jual beli organ? Hal tersebut jelas melanggar hukum dan menjadi sebuah tindakan ilegal.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa