Etika Donor Organ Tubuh Manusia yang Tidak Boleh Dilanggar

Etika Donor Organ Tubuh Manusia yang Tidak Boleh Dilanggar – Belakangan ini banyak orang yang membicarakan donor organ karena maraknya jual beli ginjal. Rupanya, transaksi jual beli ginjal sudah ada sebelum tahun 2000an. Jauh sebelum itu, banyak orang yang memanfaatkan orang lain untuk kesehatan. Sebagian orang yang melakukan penjualan ginjal ini merasa kebutuhan ekonomi jauh lebih mendesak dibanding kebutuhan kesehatan. Walau tanpa mereka sadari, hidup dengan satu ginjal itu akan terasa berat dibanding dahulu waktu masih memiliki dua ginjal. Apabila mereka sadar bahwa hidup dengan satu ginjal tidak akan memberikan manfaat maka sudah pasti tidak akan ada orang yang rela menjual ginjalnya demi atau dengan alasan apapun. Minimnya wawasan inilah yang membuat orang dengan mudah menjual organ tubuh hanya dengan rupiah. Untuk itulah, penting memberikan wawasan mengenai donor organ agar jual beli organ ini tidak terjadi begitu saja. Adapun tata cara transplantasi organ yang benar antara lain.

– Semua nyawa itu penting
Hal yang selama ini menjadi sebuah fenomena ialah menganggap bahwa nyawa si A jauh lebih penting dibanding nyawa si B. Apabila semua orang berpendapat bahwa semua nyawa itu penting maka tidak akan ada transaksi transplantasi organ yang dilakukan oleh orang yang keduanya masih hidup. Pasien yang mendapatkan donor organ haruslah berasal dari mayat atau mereka yang sudah meninggal agar tidak ada korban nyawa.

– Tidak semua organ cocok
Faktor lain yang tidak boleh ketinggalan ialah keberadaan organ tidak semua orang bisa cocok. Bagi orang tertentu, butuh ketersediaan donor dengan waktu yang pas agar nyawa masih dapat diselamatkan. Sedangkan pada kondisi lain, ada pendonor yang siap atau harus segera didonorkan karena baru saja meninggal. Tentu hal ini tidak dapat dipaksakan.

– Pemeriksaan secara teliti dan menyeluruh
Tidak semua organ tubuh itu sehat. Sebelum melakukan pendonoran, akan lebih baik jika organ tersebut diperiksa terlebih dahulu secara teliti. Apabila ada virus HIV, kanker, infeksi atau penyakit menular lainnya tentu organ tersebut tidak dapat digunakan. Penting sekali mengecek ulang tubuh sebelum dilakukan pembedahan.

– Semua orang bisa menjadi pendonor
Hal yang tidak boleh terlupakan ialah usia pendonor dan wali yang bersangkutan harus mengetahui jika jasad pendonor akan digunakan untuk pengobatan. Tentunya hal ini tidak dapat begitu saja terlewat. Bagi yang sudah dewasa mungkin bisa saja sebelum meninggal sudah menandatangi sebuah surat wasiat, sedangkan yang masih berada di bawah umur maka orangtuanya lah yang bisa memberikan kewenangan.

– Menjadi pendonor tidak mendapat uang
Harus diketahui oleh banyak orang bahwa pendonor organ ini tidak mendapat uang atau imbalan karena sifatnya sukarela. Hendaknya harus menjadi pemikiran ulang jika ingin melakukan pendonoran organ karena jika di pendonor masih hidup ada kemungkinan dikemudian hari bisa terjadi masalah mengenai kesehatan.

Apabila ada dokter atau pihak medis yang mengatakan bahwa ada biaya tambahan untuk organ tertentu maka hal tersebut sudah menyalahi kode etik kedokteran dan anda bisa melaporkan dokter atau rumah sakit tersebut secara online melalui https://citibet88.club dan akan segera di tindak lanjuti. Karena pada dasarnya organ tersebut tidak boleh dijual belikan secara bebas. Hanya saja, hal tersebut rupanya masih terjadi meski besar kemungkinan prakteknya berada di luar negri. Banyak dokter di negara berkembang yang mau melakukan tindakan tersebut dengan dalih menyelamatkan nyawa si penderita. Untuk itu, proses dan tata cara donor organ ini sebaiknya dilakukan dengan benar agar tidak terjadi penyimpangan yang lebih menyulitkan.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!