Pro Kontra Donor Organ di Indonesia

Pro Kontra Donor Organ di Indonesia

Pro Kontra Donor Organ di Indonesia – Banyak orang yang berpendapat bahwa donor organ merupakan sebuah tindakan yang keji. Sebagian lagi berpendapat, boleh hanya saja kurang etis dengan budaya dan adat yang ada di Indonesia. Lalu bagaimana pemerintah menyikapi hal ini? Sesuai UU No 36 Tahun 2009 menyebutkan bahwa tindakan jual beli organ atau jaringan tubuh dilarang meski dengan dalih apapun. Hal ini menegaskan bahwa donor organ bukan sebuah tindakan bisnis. Adapun jika orang ingin mendonorkan bagian tubuhnya seperti darah atau kulit bisa, karena keduanya bisa tumbuh lagi. Ini berbeda dengan donor organ vital yang hanya dimiliki satu saja oleh manusia. Dalam hukum tidak tertulis juga menyebutkan bahwa manusia yang menerima donor tidak boleh tahu siapa yang sudah mendonorkan organ tersebut kepada dirinya. Hal ini demi menjaga norma dan psikis dari keduanya. Baik si penerima organ atau si pendonor (keluarga) tentu akan merasakan empati yang luar biasa jika mendapatkan bagian tubuh tersebut.

Dalam peraturan pemerintah No 18 tahun 1981 tentang bedah mayat klinis hanya disebutkan mengenai tata cara melakukan pembedahan atau transplantasi. Aturan tersebut juga hanya menyebutkan mengenai mayat, bukan antara manusia yang masih hidup dan manusia yang masih hidup. Apabila melakukan tindakan medis tersebut juga harus mendapat persetujuan dari keluarga atau ahli waris dari si mayat. Tidak dibenarkan jika tindakan ini dilakukan tanpa persetujuan keluarga. Untuk itu, dalam melakukan tindakan donor ini harus dengan pertimbangan yang matang. Adapun kategori organ yang bisa didonorkan antara lain.

– Organ yang hanya satu-satunya
Jenis donor ini agak rawan atau dapat dikatakan yang paling rawan karena merupakan bagian yang hanya satu-satunya. Adapun organ ini ialah jantung, hati dan otak. Ketiga organ tersebut boleh didonorkan asalkan di pendonor sudah tidak lagi bernyawa. Apabila ada yang melakukan transaksi jual beli atau ada yang diuntungkan dalam bentuk uang maka hal tersebut tidak dapat dibenarkan.

– Organ yang berada di luar tubuh
Adapun organ yang terdapat di luar tubuh yakni mata, tangan dan kaki. Meski keduanya berpasangan namun organ tersebut termasuk dalam kategori organ luar karena letaknya yang di luar tubuh manusia.

– Organ dalam yang berpasangan
Jenis organ dalam ini umumnya berpasangan karena saling berperan. Jadi tidak dibenarkan jika ada orang yang mendonorkan ginjal kepada orang lain namun orang tersebut masih hidup. Meski manusia masih bisa hidup dengan satu ginjal namun tetap butuh daya tubuh yang optimal agar tubuh tetap bisa melakukan segala aktifitas dengan baik. Jadi akan lebih baik jika pemberian donor ginjal ini dari orang yang sudah meninggal.

Apabila ditelaah dan dipelajari lebih dalam, tindakan donor organ tubuh ini memberikan manfaat yang luar biasa bagi mereka yang masih bisa mempertahankan nyawa. Di beberapa negara berkembang, apabila ada mayat yang ditemukan tanpa identitas maka dalam waktu 6 jam dokter sudah boleh melakukan tindakan medis tanpa persetujuan siapapun. Baik itu mengambil organ dalam atau organ luar. Semua organ tersebut bebas dan bisa diambil demi menyelamatkan nyawa lain yang masih bisa diselamatkan. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Apakah hal semacam ini juga bisa dilakukan demi penyelamatan nyawa orang lain yang lebih membutuhkan? Mungkin hal tersebut bisa saja terjadi jika semua elemen masyarakat mendukung tindakan tersebut.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!